Senin, 12 Agustus 2019

will you..



-  Will you miss me someday?
+ I will miss you forever..

Air mataku perlahan jatuh setelahnya, lalu tersenyum bahagia.. terimakasih.

Minggu, 07 April 2019

dont want & want

I dont want to be liked, I just want to be myself..

Setiap orang pasti merasa senang jika disukai oleh orang lain, suatu perasaan yang wajar menurut saya. Tapi jika hanya sekedar ingin disukai lalu kita tidak menjadi diri sendiri, sungguh naif untuk dilakukan.

#bukanquote





Rabu, 27 Maret 2019

waktu

Waktu itu.. waktu semua tagihan belum merebut begitu banyak waktu,  yang biasanya kuhabiskan bersamamu..

Selasa, 19 Maret 2019

#5menitaja

Kunci kebahagiaan saya adalah pelukan, ga perduli seberapa besar masalah yang saya hadapi, ga perduli seberapa lelah saya harus menjalani hidup. Saya hanya butuh #5menitaja untuk bisa merasakan pelukan hangat dari orang yang saya cintai juga sayangi, maka hidup saya pun akan terasa lebih mudah.

Saya menyukai pelukan melebihi intraksi apapun yang bisa menggambarkan rasa kasih dan sayang. Bagi saya, pelukan bisa me-recharge energi, menumbuhkan ion-ion positif dalam tubuh, juga bisa menyampaikan hasrat tanpa harus bicara.

itu sebabnya saya tidak sanggup menjalani LDR.

Senin, 11 Maret 2019

11 maret 2019

..

Dirimu tiba-tiba hadir kembali. Menghadirkan rasa sesak hingga mampu mencairkan sesuatu yang selama ini beku disudut mata. Aku tidak mengerti, hidupku yang begitu banyak mempunyai episode menyedihkan atau memang diriku yang begitu mencintai rasa sakit hingga sepanjang usia yang kulalui, kenangan yang membekas hanya tentang kesedihan.

Selasa, 05 Maret 2019

....

Terkadang..

Mungkin kau hanya tidak paham apa yang menjadi impiannya, hingga kau bisa memandang sinis di setiap upaya gila yang dilakukannya. 

Rabu, 27 Februari 2019

The Point is..

Di media sosial, kita sama-sama tau bahwa sebagian besar pengguna lebih banyak menampilkan hal-hal yang baik dari sisi kehidupannya dan cenderung menutupi yang jelek.  Itu sebabnya media sosial terlihat menjadi kurang nyata. Di instagram, para wanita saling berkomentar "kamu cantik, kulit kamu bagus, wajah kamu bersih" seolah-olah standart kualitas dari seorang wanita hanya seputar tentang kecantikan tubuh, wajah, kulit dan hal-hal yang lebih menjurus ke fisik.

Tidak ada salahnya sih berkomentar seperti itu, tapi bagi saya lebih baik jika penilaian itu lebih menonjolkan sisi positif seorang wanita seperti kuat menjalani hidup, berprestasi, berbelas kasih, mempunyai semangat tinggi,  perduli pada lingkungan terutama sesama wanita, dari pada hanya sekedar "terlihat cantik". 

Note : Menjadi cantik itu anugrah, dipuji "kamu cantik" itu bagus, memuji seseorang "kamu cantik" itu baik. Tapi jangan cuma cukup sampai disitu, maksud saya semua wanita yang memakai make up, menata rambut ataupun hijup, memakai pakaian & aksesoris yang serasi, ditambah pencahayaan yang bagus, Semua akan terlihat cantik saat difoto.   But, that's NOT the point!

Rabu, 30 Januari 2019

Missing My Friends..

Sudah satu minggu ini saya kehilangan semangat. Entah apa yang terjadi dengan saya.

Beberapa waktu yang lalu, saya dipertemukan kembali dengan teman-teman semasa SMA via medsos, setelah pertemuan itu saya punya kesibukan baru dengan mereka. Kita buat pertemuan rutin beserta seluruh keluarga tiap 2 bulan sekali, kita bentuk satu komunitas yang isinya ga cuma soal kangen-kangenan, ga cuma soal makan bareng, ga cuma soal hang out bareng. Tapi kita juga membangun satu bisnis bareng.

Alhamdulillah saya happy, saya menghabiskan waktu diluar jam kantor dan keluarga hanya dengan mereka. Alhamdulillah juga bisnis bareng-bareng kita maju pesat. Alhamdulillah lagi rasa ingin dekat pada sang pencipta juga bertambah, karena semua yang kita lakukan berlandas pada ketentuan agama.

Hingga pada suatu hari, saya menerima sebuah chat pribadi dari seorang pengurus yang merupakan salah satu Tim Inti di bisnis yang kita bangun bareng teman-teman SMA tadi.

" Assalamu'alaikum bu.. maaf sebelumnya, saya cuma ingin menyampaikan perasaan saya, terimakasih karena sudah hadir dan menumbuhkan semangat baru bagi saya. Sebelum kita bertemu, saya tidak punya harapan - harapan indah tentang hidup kedepan. Saya hanya menjalaninya saja. Jika ibu mengizinkan, saya ingin Ibu menjadi teman spesial saya, dalam arti saya ingin bisa berbagi cerita, tentang suka duka maupu ide-ide. Tapi saya mohon, hal ini jangan sampai diketahui oleh istri saya. Saya tidak akan bertindak yang aneh-aneh, saya cuma ingin punya teman ngobrol, karena selama ini saya selalu kurang sepaham jika ngobrol dengan istri saya yang kebetulan adalah teman karib ibu. Mohon maaf jika saya lancang, saya sangat berharap Ibu bisa menerima permintaan saya. Wassalam".

Saya merasa terhina dengan kata-katanya, saya merasa direndahkan karena dia menganggap saya mempunyai kemungkinan untuk melakukan sesuatu yang artinya harus menghianati teman saya. Sejak saat itu,  saya menarik diri dari seluruh kegiatan komunitas, saya tidak pernah berkomentar di percakapan group, saya males berkumpul dengan teman-teman karena pasti ada dia. Agak sedikit tidak fair bagi teman-teman yang lain, yang tidak tau alasan mengapa saya bersikap seperti ini.

Dampak dari perubahan sikap saya, satu persatu teman-teman mulai mengacuhkan saya, mengabaikan saya dalam rasa yang tidak saya sukai. Saya rindu teman-teman saya, tapi saya tidak nyaman berinteraksi dengan mereka karena ada dia.

Tinggal saya disini,  bersama rasa kecewa, sedih, dan  marah yang ga bisa saya lampiaskan. Sementara orang yang membuat saya seperti ini, bisa bebas tertawa, bercanda bersama teman-teman saya tanpa merasa bersalah atas apa yg sudah dia lakukan.
 

Senin, 28 Januari 2019

shoes

I love shoes so much!

Buat saya, semewah apapun baju atau perhiasan yang dikenakan, jika tidak diimbangi dengan sepatu yang indah, it's All nothing! sepatu yang indah bisa membawa aura positif bagi pemakainya. Saya ga tau sih, apakah pendapat saya ini sama dengan orang lain.

Btw, dari dulu saya udah punya mimpi pengen punya label sepatu sendiri. Tapi karena keterbatasan wawasan, waktu dan mungkin juga relasi, impian tadi cuma sampai dikepala. Masih angan-angan. Seharusnya sih sebuah mimpi  jangan cuma sampai dikepala, tapi harus direncanakan lalu dilakukan. Dream-Plan-Do!

Tahun ini saya berencana mewujudkan mimpi saya, dimulai dengan hunting pengerajin sepatu yang ada dikota saya, tanya-tanya material bahan yang baik & nyaman untuk sepatu, sampai mencoba untuk membuat design sendiri untuk produksi label pertama saya. Bismillah..   

Kamis, 22 November 2018

Tarif Angkot VS BBM

Dari kemaren pengen nulis tapi ga jadi-jadi.

Kata orang nulis itu gampang, awalnya sih iya saya juga mikirnya gitu. Tapi giliran udah didepan komputer, jari-jari tangan kok rasanya susah banget nuangin segala hal yang ada dipikiran. Mungkin karena alasan itu buku-buku best seller jadi mahal harganya. *apa coba hubungannya?* Tapi hari ini saya niatin banget untuk menulis, biar kata orang isinya ga penting, ga bagus, ga mutu, biarin deh.. pokoknya nulis!

Jadi gini, Alhamdulillah beberapa hari yang lalu saya berkesempatan naik angkot karena sepeda motor yang biasa saya gunakan ke kantor sedang rusak. Saat itu, suasana dalam angkot lumayan padat, rame tapi tidak sesak. Sambil nyetir sang supir berbicara pada penumpang yang duduk disampingnya. Saya bisa mendengar pembicaraan mereka karena posisi duduk saya tepat dibelakang supir. Sang supir mengeluhkan tentang langkanya bahan bakar premium di SPBU, sehingga mau tidak mau mereka harus mengisi bahan bakar non subsidi supaya angkot bisa terus beroprasi.

Disini dilema sering terjadi, para supir yang menggantungkan hidupnya dari penghasilan ngangkot, merasa pengeluarannya semakin besar dikarenakan ada selisih nilai pembelian bbm bersubsidi menjadi non subsidi. Sedangkan disisi penumpang, mereka merasa keberatan jika tarif angkutan dinaikkan padahal belum ada peraturan baru dari dishub. Tak jarang terjadi perdebatan antara supir dan penumpang hanya karena mempertahankan argumennya masing-masing. Trus yang salah siapa?

Terkadang kondisi-kondisi yang seperti ini, yang menurut saya perlu ada pembenahan dari pihak terkait. Kondisi yang bikin saya mikir sampai ga bisa tidur. Kelihatan kepo tapi ini beneran ,  pengen kasi solusi tapi ga  punya kuasa,  pengen benahi tapi ga tau gmna caranya. #Sigh.
   

Senin, 05 November 2018

Voucher Seminar Bisnis

Alhamdulillah, makan siang saya hari ini disponsori oleh salah seorang teman kantor yang baru diwisuda S1 Ekonomi. Barakallah.. semoga ilmu yang didapat bisa membawa kebaikan dalam hidup dan agama. InsyaAllah.

Seperti biasa, jika ada teman yang berulang tahun atau berhasil mencapai jenjang pendidikan tertentu, saya dan beberapa teman selalu suport dengan cara mendoakan maupun memberi sedikit bingkisan sebagai penyemangat dan bentuk rasa ikut bersyukur atas kebahagiaan tersebut.

Bicara tentang bingkisan, ada yang beda dari saya juga seorang teman yang lain. Jika selama ini kami selalu memberi bingkisan berupa barang, maka kali ini saya dan teman saya memberi bingkisan berupa voucher. Bedanya voucher yang diberikan teman berupa makan gratis sepuasnya di warung tertentu, sedangkan saya memberikan voucher tiket seminar bisnis.

Mungkin bagi sebagian orang, apa yang saya berikan tidak terlalu menarik dan bahkan mungkin malah dianggap ada iming-iming untuk ikut terjun kedalam bisnis yang sudah lebih dahulu saya jalani. But whatever, menurut saya apapun yang orang pikirkan itu sah-sah saja dan itu mutlak hak mereka. Tapi disini saya ingin sedikit meluruskan bahwa yang saya berikan itu tidak ada ruginya walau mungkin dianggap tidak ada manfaat juga bagi mereka yang (maaf) kurang paham.

Di era milenial seperti sekarang ini, dimana peluang untuk mencari pekerjaan dimasa depan akan sangat besar pesaingnya. Dan pesaing utama itu bukan lagi dari sumber daya manusia, melainkan dari sektor digital. 

Saat ini dibeberapa negara maju seperti jepang dan jerman, sudah diciptakan robot-robot canggih yang dibuat untuk membantu pekerjaan manusia. Contohnya di jerman, sudah ada robot tukang pos yang difungsikan untuk mengantar paket seberat 150kg dan mampu menempuh jarak 6 km  yang dilengkapi dengan sensor  pendeteksi keberadaan kotak pos. selain itu jerman juga berencana akan membuat sebuah mobil berjalan tanpa supir untuk armada pengiriman. Sedangkan dijepang sendiri, saat ini sudah banyak restauran yang mempekerjakan robot sebagai pelayan juga koki nya. 

Intinya ditahun-tahun mendatang, manusia akan menghadapi tantangan teknologi. Banyak orang akan kehilangan pekerjaan karena diganti oleh mesin-mesin digital. Hal ini juga yang menjadi alasan utama seorang Chairman perusahaan e-commerce asal Chinna sekaligus salah seorang terkaya didunia yang bernama Jack Ma menyatakan pensiun dari Alibaba Group dan memutuskan untuk mengabdikan dirinya sebagai pendidik wirausahawan. 

Lalu Apa hubungan semua ini dengan sebuah voucher tiket seminar bisnis?  bagi mereka yang paham benar tentang betapa mahalnya ilmu pasti tau jawabannya.  Tapi bagi yang masih samar-samar, saya akan sampaikan bahwa dalam sebuah tiket seminar bisnis, ada peluang untuk sukses yang sama besarnya, bahkan mungkin lebih besar dari dunia pekerjaan yang membutuhkan pendidikan akademis sebagai syarat awal diterima bekerja.

Selain itu, menurut saya yang namanya ilmu tidak ada yang bakalan sia-sia. Pelajaran yang akan diberikan dalam seminar bisnis itu mungkin saat ini tidak kita butuhkan, tapi suatu saat pasti berguna. Ambil positifnya aja, semakin banyak tau maka akan semakin pintar. Semakin banyak ilmu maka akan semakin mudah untuk berhasil. InsyaAllah.

Kamis, 01 November 2018

Obrolan Pagi

Postingan kali ini didasari oleh percakapan singkat antara saya dan beberapa teman didepan toilet kantor tadi pagi. Ketika akhirnya kita tinggal bertiga, lalu dua lainnya asyik berbahasa daerah yang tidak saya ketahui artinya di depan saya. Dan menurut saya etikanya tidak boleh begitu, kecuali pada saat mereka berbicara saya belum ada disitu.

Etika.

Kalo menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) etika/eti·ka/ /étika/ n adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).
sedangkan  menurut beberpa ahli :

  • K. Bertens: Etika adalah nilai-nila dan norma-norma moral, yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur perilaku.
  • Prof. DR. Franz Magnis Suseno: Etika adalah ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang memberikan arah dan pijakan dalam tindakan manusia.
  • Ramali dan Pamuncak: Etika adalah pengetahuan tentang perilaku yang benar dalam profesi.

Tapi disini saya bukan ingin membahas tentang arti dari etika tadi, saya cuma ingin orang paham, bahwa ketika saya berkata "etikanya begini" atau "kalau sesuai etika" , itu bukan berarti saya menganggap orang lain tidak tau etika. Saya hanya ingin mengajak orang tersebut untuk memahami  nilai-nilai ataupun norma yang benar dalam berprilaku. Dan bukan berarti karena saya mengajak orang lain untuk melakukan itu,  lantas saya sudah menjadi orang yang paling benar. Bukaaaaannnn... bukan itu juga maksudnya.

Ya intinya, saya mau kita sama-sama belajar untuk hal yang baik, yang benar.  Sama-sama saling menghargai dan memahami. Udah itu aja..   

I love All of my friends








Senin, 29 Oktober 2018

REMIND..

 "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kemudian kepada kami kamu dikembalikan".  (QS. Al'Ankabut : 57)

Insiden kecelakan yang menimpa Lion Air JT610 hari ini  kembali mengingatkan saya tentang betapa dekatnya kematian dengan kita. Betapa sebagai seorang hamba Allah kita harus ingat bahwa kita sedang membawa diri bersama kematian, sedang berjalan menuju kematian dan menunggu kematian. Entah pagi, sore atau malam. 

Tiap bicara tentang kematian, hati saya selalu pilu. Mengingat betapa bodohnya saya melalui kehidupan dimasa lalu, mengingat berapa banyak dosa yang sudah saya perbuat, mengingat berapa banyak manusia yang sudah saya sakiti. Ya Allah, bagaimana saya harus menebus segala kesalahan saya, sedangkan umur tidak pernah tau sampai kapan bisa bertahan.

#prayforJT610
#Alfatihah



Rabu, 17 Januari 2018

happy

Hari ini saya bahagia...

Setelah sekian lama mengabaikan blog ini, bahkan ga pernah blogging selama beberapa waktu, entah kenapa tiba-tiba saya rindu dan akhirnya kembali menulis.  Trus kemanakah saya dan apa sih kegiatan yang saya lakukan selama ini? saya ga kemana-mana guys *walau sebenernya pengen traveling keliling dunia atau setidaknya keliling indonesia*. saya masih di medan, masih tetap dengan rutinitas biasa, kerja dari 8.30 - 16.30, cuma sekarang ditambahin dengan berdagang kuliner malam. Itu doank.

Cerita tentang kegiatan tambahan saya yaitu berdagang kuliner malam, entah kenapa sejak terjun dibidang ini, saya jadi suka memasak. Tapi bukan masakan yang ribet yaa, saya sukanya masak mie instan, merebus air atau menanak nasi. see? saya SUKA MEMASAK! Padahal terjun dibidang kuliner juga bukan berdasarkan passion loh.. *kalo kamu mengikuti tulisan saya terdahulu, kamu pasti tau hobby dan cita-cita saya* Tapi alhamdulillah,  hasil dari  kulineran bisa buat jajan dan beli lipen. 

Trus,  apa hubungan antara hari ini saya bahagia, rindu ngeblog, kembali menulis, dengan punya  hobby  baru yaitu memasak? ya ga ada.. tapi coba dihubung-hubingin aja, mana tau jodoh. hahahahha *nulis sendiri, ketawa sendiri*

Thanks GOD, I'm happy.. *oles lipen*



 



Sabtu, 21 Maret 2015

Allah maha BESAR

Sungguh Allah maha besar, maha adil, dan maha mengetahui apa yang terbaik untuk umatNya.

Hari ini saya merasakan kembali kasih sayangNya, Allah menutupi aib saya..
Terimakasih ya Allah.. Lindungi selalu hambaMu ini dari kehinaan dunia & pedihnya siksa akhirat
🙏

Kamis, 12 Februari 2015

......


februari 2015,

Ga terasa waktu berlalu, semua berjalan begitu cepat. Detik berganti menit, berlanjut menjadi jam, kemudian hari, lalu bulan dan tahun. Entah sudah berapa purnama saya menelantarkan blog ini.

Saya rindu..




Senin, 17 Juni 2013

I feel bad

Selain bercita cita ingin membuka toko pakaian wanita & pernak perniknya seperti yang saya ceritakan kemaren, ada satu lagi keinginan saya yang sebenarnya sangat ingin saya wujudkan ditahun ini. Saya ingin membuka Taman belajar untuk anak-anak pra sekolah yang kurang mampu. Konsep yang ingin saya buat sangat sederhana, cukup memakai ruang tamu rumah saya untuk tempat belajar, kebetulan digudang juga ada beberapa meja & kursi yang sudah tidak terpakai, jadi saya hanya tinggal menyediakan papan tulis dan tenaga pengajarnya saja. Dari hasil tanya sana sini, saya dapat info bahwa anak-anak yang tidak mempunyai ijazah TK, bisa masuk ke sekolah negeri asalkan mereka bisa membaca dan menulis. Maka makin bulatlah niat tersebut. 

Mengenai tempat dan prasarana belajar menurut saya sudah tidak ada kendala, Tinggal mencari tenaga pengajar saja. Tadinya niat saya ini sudah di sepakati oleh adik perempuan yang kebetulan seorang guru di sebuah sekolah swasta milik saudara. Adik saya itu berniat tuk resign, maka setelah bincang- bincang dengannya, Ia menyanggupi permintaan saya untuk menjadi pengajar di taman belajar yang akan saya buka. Karena ini adalah projek amal, saya katakan bahwa saya ingin taman belajar ini bebas biaya, dalam arti saya akan menyediakan semua kebutuhan belajar & mengajar tapi sementara ini hanya untuk 20 murid saja. 

Semua terasa sudah didepan mata namun tiba-tiba tadi pagi saya mendapat berita yang tidak menyenangkan, adik saya menyampaikan bahwa untuk tahun ini Ia belum bisa terjun sebagai pengajar dikarenakan sesuatu dan lain hal. Hufftthh.... 

Jujur saya sedih, sedikit kecewa juga, mengingat cita-cita yang sudah hampir terwujud harus tertunda lagi. Untuk mencari tenaga pengajar yang lain, terus terang saya terbentur pada masalah salary. Ah.. kalau saja saya punya keahlian dan bisa terjun langsung dibidang yang ingin saya geluti, mungkin hal ini tidak akan menjadi dilema buat saya.

I dont like monday, bukan karena hari senin menjadi hari terberat tuk memulai rutinitas setelah weekend. Tapi karena hari senin adalah hari yang seharusnya menjadi awal untuk melangkah, dan saya malah terpuruk disini. 

:((

Jumat, 14 Juni 2013

my dreams will come true, InsyaAllah... :D

Keinginan terbesar saya yang belum juga terwujud sampai saat ini adalah membuka toko pakaian wanita dan segala jenis pernak perniknya. Kenapa harus toko pakaian & pernak perniknya? entahlah, tapi saya rasa bidang ini sangat sesuai dengan karakter dan passion saya yang bisa dibilang berkepribadian sedikit narsis dalam berpenampilan. Hal ini bisa dibuktikan dari postingan saya yang ini dan inu.  :D

Kendala terbesar yang saya hadapi sehubungan dengan belum terwujudnya keinginan tersebut adalah : MODAL. Iyah, ini sih jawaban klise dari hampir sebagian umat yg selalu mencari-cari alasan jika ada yang bertanya kenapa cita-citanya tidak segera diwujudkan. #sigh

Kebetulan kemarin ketika bengong bukan karena tidak ada pekerjaan, saya browsing sana sini dan ketemu salah satu artikel disini. Nah, poin no.1 pada artikel tersebut akhirnya memberikan pencerahan & solusi sekaligus bantahan buat saya yang kemarin masih saja keukeuh berpegang pada alasan "MODAL" tuk memulai usaha.

Baiklah, tanpa tunggu lama-lama tuk segera mencari alasan yang baru mewujudkan impian, maka saya putuskan untuk membuka toko pakaian bekas online!!!! wkwkwkw *tepuk tangan tuk sang peniru sejati*

Jadi nih yaa... Saat ini saya sedang merancang tampilan dari toko impian saya, pengennya sih ntar siapapun yang terpaksa berkunjung ke toko saya akan merasa nyaman, tidak berasa ada di pasar loak, soalnya pasar loak itu kan identik dengan sesuatu yg tidak enak kan yah? *keliatan banget pengalamannya* :D

Owh ya, berhubung sampai saat ini saya belum menemukan nama yg pas & enak didengar tuk toko impian saya, boleh donk yg lagi gak punya kerjaan ngebantu tuk cari'in nama yg bisa memberi hokki buat saya. Ditunggu yaaaaa...

:D 

Senin, 03 Juni 2013

just THINK!!! ;)

Tadi pagi saya datang lebih awal kekantor, karena sejak semalam sore si Boss memberi tugas penting tuk diselesaikan pagi ini. Rutinitas dari mulai bangun tidur, beres-beres, sarapan, sampai perjalanan ke kantor aman-aman aja. Dengaren hari senin jalanan lempeng, biasanya macet pasti udah merajalela dari sebelum matahari terbit. 

Sampai dikantor saya lihat sebagian karyawan sedang melakukan apel pagi di aula terbuka. Saya memang tidak diwajibkan ikut, hanya pekerja operasional saja yang wajib. Antara aula dan ruangan saya hanya dibatasi dengan dinding kaca transparan. Disamping ruangan saya ada sebuah ruang lagi yang digunakan sebagai ruang tunggu customer.

Masuk ke ruangan, saya langsung menghidupkan PC, mengedit file-file yang harus dicetak, trus meletakkannya diruang si Boss, semua masih berjalan normal sampai 5 menit kemudia datang seorang customer. Entah apa yang terjadi dengan si customer tersebut td malam, Tau-tau saya dengar dia nyeletuk ke Office Boy yang sedang bertugas membersihkan kantor, "itu si *******(menyebutkan suatu ras keturunan) anj*ng kenapa gak ikut kumpul di aula?"  What???? maksud loe, saya???.. (karena yang ada dikantor saat itu memang cuma ada saya, office boy & si customer) 

Seketika emosi saya memuncak, dada saya sesak, jari-jari saya gemetar. rasanya pengen banget mendatangi si customer tuk menanyakan apa maksudnya berkata seperti itu tentang saya. Tapi baru beberapa langkah saya berjalan, Saya seperti mendengar suara yg berbisik ditelinga saya, yang mengatakan agar saya tidak perlu meladeni orang seperti itu, agar saya mengabaikan hal-hal tidak penting yang cuma akan menghabiskan energi positif dari tubuh saya. #sigh Saya pun berbalik kedalam ruangan.

Saya duduk diam sejenak, mengingat kembali apa yang diucapkan customer tadi. Yang orangnya masih duduk santai tanpa rasa bersalah diruangan sebelah. Astagrfirullah... apa salah saya? jangankan bertegur sapa, bertatap muka dengannya saja saya tidak pernah. Kenapa dia sampai sebegitunya memaki saya? #sigh

Dan yang membuat saya aneh, dia menganggap saya seorang dari suatu ras keturunan. Padahal jelas-jelas saya orang pribumi. Apakah dia punya  cerita kelam atau pengalaman tidak enak dengan keturunan dari ras keturunan tersebut? entahlah, saya tidak mau tau. Yang saya tau, manusia terkadang memang merasa hebat jika sudah bisa merendahkan orang lain. Entah apa yang ingin dia tunjukkan, tapi tanpa dia sadari, dia sudah merendahkan dirinya sendiri dengan sikafnya tersebut.     

Saya prihatin dengannya, di usianya yang sudah setua itu, mungkin berkisar 5 tahun diatas saya yang saat ini berumur 35 tahun. Tapi sikafnya sama sekali tidak mencerminkan kedewasaan, kearifan maupun ketinggian intelektual. Saya akhirnya cm bisa tersenyum memandanginya dari kejauhan, dari balik dinding kaca ruangan saya.

:)

Rabu, 15 Mei 2013

gantung

Sebenarnya aku tak menyukai ini, lebih tepatnya aku takut hal ini benar-benar terjadi. ya, aku memang sudah membayangkan kejadian hari ini jauh sebelumnya. Saat dimana aku tak lagi menjadi sesuatu yang pantas untuk kamu fikirkan, saat aku tak lagi menjadi suatu alasan tuk kamu rindukan dan saat komunikasi tak lagi menjadi hal penting tuk menjembatani hati kita.

Aku terdiam, duduk tanpa gairah disini. Meski sekali lagi aku katakan bahwa aku sudah pernah membayangkan hal ini, toh aku tetap tak kuasa menahan perasaan hampa yg kini meyesaki dada. Jujur, kehadiran kamu selama ini sudah benar-benar mewarnai hidupku. Mungkin kamu lupa, tapi aku tidak. Bagaimana dulu setiap malam sebelum tidur, kita selalu menyempatkan berbicara tentang aktifitas kita seharian, tentang bagaimana pendapat maupun solusi tuk setiap masalah yang kita temui, tuk saling berucap kata kangen & selamat tidur yang kemudian diakhiri dengan saling memberi ciuman & pelukan hangat. aku bahagia dengan semua itu, aku merasa hati kita dekat, meski raga kita terpisah ratusan kilometer jauhnya. #sigh 

Note :
silahkan lanjutkan alur cerita cerpennya dengan versi masing2 yaaa... :D