Minggu, 07 April 2019

dont want & want

I dont want to be liked, I just want to be myself..

Setiap orang pasti merasa senang jika disukai oleh orang lain, suatu perasaan yang wajar menurut saya. Tapi jika hanya sekedar ingin disukai lalu kita tidak menjadi diri sendiri, sungguh naif untuk dilakukan.

#bukanquote





Rabu, 27 Maret 2019

waktu

Waktu itu.. waktu semua tagihan belum merebut begitu banyak waktu,  yang biasanya kuhabiskan bersamamu..

Selasa, 19 Maret 2019

#5menitaja

Kunci kebahagiaan saya adalah pelukan, ga perduli seberapa besar masalah yang saya hadapi, ga perduli seberapa lelah saya harus menjalani hidup. Saya hanya butuh #5menitaja untuk bisa merasakan pelukan hangat dari orang yang saya cintai juga sayangi, maka hidup saya pun akan terasa lebih mudah.

Saya menyukai pelukan melebihi intraksi apapun yang bisa menggambarkan rasa kasih dan sayang. Bagi saya, pelukan bisa me-recharge energi, menumbuhkan ion-ion positif dalam tubuh, juga bisa menyampaikan hasrat tanpa harus bicara.

itu sebabnya saya tidak sanggup menjalani LDR.

Senin, 11 Maret 2019

11 maret 2019

..

Dirimu tiba-tiba hadir kembali. Menghadirkan rasa sesak hingga mampu mencairkan sesuatu yang selama ini beku disudut mata. Aku tidak mengerti, hidupku yang begitu banyak mempunyai episode menyedihkan atau memang diriku yang begitu mencintai rasa sakit hingga sepanjang usia yang kulalui, kenangan yang membekas hanya tentang kesedihan.

Selasa, 05 Maret 2019

....

Terkadang..

Mungkin kau hanya tidak paham apa yang menjadi impiannya, hingga kau bisa memandang sinis di setiap upaya gila yang dilakukannya. 

Rabu, 27 Februari 2019

The Point is..

Di media sosial, kita sama-sama tau bahwa sebagian besar pengguna lebih banyak menampilkan hal-hal yang baik dari sisi kehidupannya dan cenderung menutupi yang jelek.  Itu sebabnya media sosial terlihat menjadi kurang nyata. Di instagram, para wanita saling berkomentar "kamu cantik, kulit kamu bagus, wajah kamu bersih" seolah-olah standart kualitas dari seorang wanita hanya seputar tentang kecantikan tubuh, wajah, kulit dan hal-hal yang lebih menjurus ke fisik.

Tidak ada salahnya sih berkomentar seperti itu, tapi bagi saya lebih baik jika penilaian itu lebih menonjolkan sisi positif seorang wanita seperti kuat menjalani hidup, berprestasi, berbelas kasih, mempunyai semangat tinggi,  perduli pada lingkungan terutama sesama wanita, dari pada hanya sekedar "terlihat cantik". 

Note : Menjadi cantik itu anugrah, dipuji "kamu cantik" itu bagus, memuji seseorang "kamu cantik" itu baik. Tapi jangan cuma cukup sampai disitu, maksud saya semua wanita yang memakai make up, menata rambut ataupun hijup, memakai pakaian & aksesoris yang serasi, ditambah pencahayaan yang bagus, Semua akan terlihat cantik saat difoto.   But, that's NOT the point!

Rabu, 30 Januari 2019

Missing My Friends..

Sudah satu minggu ini saya kehilangan semangat. Entah apa yang terjadi dengan saya.

Beberapa waktu yang lalu, saya dipertemukan kembali dengan teman-teman semasa SMA via medsos, setelah pertemuan itu saya punya kesibukan baru dengan mereka. Kita buat pertemuan rutin beserta seluruh keluarga tiap 2 bulan sekali, kita bentuk satu komunitas yang isinya ga cuma soal kangen-kangenan, ga cuma soal makan bareng, ga cuma soal hang out bareng. Tapi kita juga membangun satu bisnis bareng.

Alhamdulillah saya happy, saya menghabiskan waktu diluar jam kantor dan keluarga hanya dengan mereka. Alhamdulillah juga bisnis bareng-bareng kita maju pesat. Alhamdulillah lagi rasa ingin dekat pada sang pencipta juga bertambah, karena semua yang kita lakukan berlandas pada ketentuan agama.

Hingga pada suatu hari, saya menerima sebuah chat pribadi dari seorang pengurus yang merupakan salah satu Tim Inti di bisnis yang kita bangun bareng teman-teman SMA tadi.

" Assalamu'alaikum bu.. maaf sebelumnya, saya cuma ingin menyampaikan perasaan saya, terimakasih karena sudah hadir dan menumbuhkan semangat baru bagi saya. Sebelum kita bertemu, saya tidak punya harapan - harapan indah tentang hidup kedepan. Saya hanya menjalaninya saja. Jika ibu mengizinkan, saya ingin Ibu menjadi teman spesial saya, dalam arti saya ingin bisa berbagi cerita, tentang suka duka maupu ide-ide. Tapi saya mohon, hal ini jangan sampai diketahui oleh istri saya. Saya tidak akan bertindak yang aneh-aneh, saya cuma ingin punya teman ngobrol, karena selama ini saya selalu kurang sepaham jika ngobrol dengan istri saya yang kebetulan adalah teman karib ibu. Mohon maaf jika saya lancang, saya sangat berharap Ibu bisa menerima permintaan saya. Wassalam".

Saya merasa terhina dengan kata-katanya, saya merasa direndahkan karena dia menganggap saya mempunyai kemungkinan untuk melakukan sesuatu yang artinya harus menghianati teman saya. Sejak saat itu,  saya menarik diri dari seluruh kegiatan komunitas, saya tidak pernah berkomentar di percakapan group, saya males berkumpul dengan teman-teman karena pasti ada dia. Agak sedikit tidak fair bagi teman-teman yang lain, yang tidak tau alasan mengapa saya bersikap seperti ini.

Dampak dari perubahan sikap saya, satu persatu teman-teman mulai mengacuhkan saya, mengabaikan saya dalam rasa yang tidak saya sukai. Saya rindu teman-teman saya, tapi saya tidak nyaman berinteraksi dengan mereka karena ada dia.

Tinggal saya disini,  bersama rasa kecewa, sedih, dan  marah yang ga bisa saya lampiaskan. Sementara orang yang membuat saya seperti ini, bisa bebas tertawa, bercanda bersama teman-teman saya tanpa merasa bersalah atas apa yg sudah dia lakukan.